“Betul, Buya, teman-teman jejaring duniasantri, aktif melakukan pelatihan di pesantren-pesantren,” sambung Halim Pohan.
“Yang paling penting,” sambung Kiai Said, mantan ketua PBNU selama dua periode (2010-2021), “Teman-teman terus bergerak menyebarluaskan pengetahuan berbasis pesantren sekali pun tidak melalui lembaga NU. Harus istikamah.”

“Mesti bahu membahu menyebarkan ilmu pengetahuan.” Kiai Said juga bercerita tentang pengajian rutin yang beliau lakukan di Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, “Setiap malam Jumat kita mengkaji tafsir.”
Sebagai informasi tambahan terkait dengan kegiatan jejaring duniasantri yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Di antaranya, akan dilangsungkan pelatihan menulis bagi para santri di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, 28-30 Mei 2025. Pelatihan menulis itu akan dihadir oleh cerpenis dan penyair terkemuka Indonesia, seperti, Putu Fajar Arcana, Hilmi Faiq, Ngatawi Al-Zastrouw (Budayawan Nahdliyin),dan Dahris Siregar (pengelola lembaga riset & publishing Octopus).
Informasi yang penulis dapatkan, pelatihan yang juga digelar dalam rangka Haul Akbar masyayikh dan pendiri pondok Pesantren Cipasung, KH Ruhyat dan KH Ilyas Ruhyat, itu diikuti oleh para santri baik dari santri Cipasung maupun santri dari pesantren-pesantren di luar Singaparna, seperti Cirebon dan Garut.
***
Tidak lama setelah bersua dengan dua tokoh intelektual dan agamawan, KH Said Aqil Siradj dan Bang Fachry Ali, masing-masing dari kami berpamitan. Kepada Bang Fachry Ali, sambil setengah berbisik saya sampaikan, saya sangat merindukan kolom-kolomnya. Kepada Kiai Said, saya memohon doa, semoga saya dan teman-teman Semaan Puisi, dan khususnya, jejaring duniasantri, terus diberi kekuatan untuk istikamah. Aaamin.
