Di Bawah Barokah Tongkat Kiai

Pernah suatu malam, entah kenapa para santri begitu sulit dibangunkan dari tidurnya, hingga Pak Kiai berteriak-teriak dengan keras. “Usir setan-setan yang sedang memeluk kalian! Usir mereka! Usir mereka!”

Saat itu, Pak Kiai tidak menggedor pintu kamar santri dengan tangannya. Mula-mula dengan batu. Brak-brak-brak. Batu-batu beterbangan ke pintu-pintu kamar santri. Mungkin di halaman pondok sudah tidak ada stok batu, akhirnya panci-panci pun beterbangan dari arah dapur. Glontangan suara panci beterbangan itulah yang akhirnya membangunkan para santri. Malam itu begitu heboh.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebilah Tongkat

Entah sejak kapan, ada sebilah tongkat yang selalu tersedia di pengimaman. Terbuat dari bilah bambu selebar  sekitar  tiga sentimeter, panjang tongkat itu hampir 1,5 meter. Usai mengimami salat malam, Pak Kiai akan membalik badan, menghadap barisan santri untuk memimpin dzikir. Di separo waktu dzikir, biasanya Pak Kiai mulai memegang tongkat itu. Jika ada santri yang terdiam membatu, membisu, tidak mengeluarkan suara dzikir, dipastikan ia sedang tertidur. Maka, buk… santri yang tertidur dan dalam jangkauan tongkat akan merasakan pukulan Pak Kiai.

“Sedang berdzikir menghadap Tuhan pun kalian masih enak-enak dikeloni setan!” kata Pak Kiai sambil mengayunkan tongkatnya. Buk!

Tinggalkan Balasan