Di Bawah Barokah Tongkat Kiai

Begitulah cara Pak Kiai mendisiplinkan santrinya dalam berdzikir. Tongkat itu kadang mengayun di punggung, di pundak, atau di paha para santri yang masih saja terkantuk-kantuk dalam dzikir. Anehnya, tak ada santri yang merasa sakit, atau sakit hati, sehabis kena pukulan tongkat Pak Kiai.

“Heh, kamu dapat barokah ya,” begitu biasanya para santri meledek santri lainnya yang terkena pukulan tongkat sehabis dzikir.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang ditanya biasanya hanya tersenyum, atau tersenyum malu, atau menjawab pendek, “Insyaallah.”

Saya tak ingat seperti apa rasanya terlecut tongkat Pak Kiai. Tapi, hingga kini saya masih sering mengenangnya dengan rasa takjub dan haru. Entah barokah atau bukan, lecutan tongkat itu terasa mendorong kesadaran tetap terjaga. Mungkin jika tak pernah mengenal tongkat itu, tak akan sekuat ini memikul beban hidup.

Tinggalkan Balasan