Dicari, Masjid Ramah Musafir

Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya bisa dibilang gemar melancong atau berwisata. Baik untuk urusan bisnis, rekreasi keluarga, atau kunjungan ke tempat-tempat destinasi wisata religi yang diyakini sebagai bagian dari ibadah. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 yang telah membaik tentu juga membuat gairah berwisata bagi masyarakat kembali terlihat meningkat. Hal ini dapat diamati di sejumlah tempat wisata, selalu banyak dikunjungi oleh masyarakat yang memang dikenal memiliki ragam keyakinan, tradisi, dan budaya. Sehingga memiliki kebiasaan dalam meluangkan waktu baik dalam kesempatan liburan bersama keluarga atau pun sahabat.

Seorang akademisi asal Universitas Indonesia pada situs kumparan, Ari Kuncoro (2017), pernah menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia terutama kelas menengah, dinilai lebih gemar menabung hanya untuk tujuan agar dapat mengaktualisasikan dirinya. Bahkan disebutkan bahwa masyarakat hingga dapat merelakan diri untuk menahan membeli barang-barang kebutuhan elektronik, atau kebutuhan lainnya, hanya demi dapat berkesmpatan untuk berlibur.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tidak hanya gemar berwisata, Indonesia juga menjadi jujukan wisatawan manca negara. Sekadar gambaran saja, bagaimana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartaro dalam acara Malam Anugerah Desa Wisata 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Minggu (30/10), mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia mencapai 510.246 kunjungan pada Agustus 2022 merupakan capaian tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Selain capaian ini, juga dapat dilihat data yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, yang menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia mengalami kenaikan yang cukup pesat. Bahkan disebut juga dalam hitungan waktu 18 bulan, peringkat wisata Indonesia melesat ke urutan 32, dari sebelumnya di urutan 44. Peringkat Indonesia berada di atas Malaysia, Thailand, dan Vietnam dalam hitungan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2021.

Tidak hanya tentang capaian peringkat wisata, bahwa gencarnya program pengembangan kepariwisataan yang saat ini juga terus digalakkan oleh Pemerintah termasuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yakni terkait pengembangan desa wisata. Ini merupakan sebuah bukti yang sangat kuat, menegasikan bahwa masyarakat Indonesia memang menjadi bagian dari masyarakat yang gemar berwisata.

Tentu, aktivitas yang terlibat dalam gerak pariwisata ini, bukanlah suatu kegiatan yang hanya beroperasi dalam ruang hampa. Pariwisata sangat terkait dengan masalah sosial, politik, ekonomi, keamanan, ketertiban, keramah-tamahan, termasuk kebudayaan, kesehatan, dan berbagai institusi sosial yang terlibat dalam prosesnya.

Bahkan, masyarakat yang sedang memiliki hajat untuk bepergian karena urusan bisnis, rekreasi keluarga, atau kunjungan ke tempat-tempat destinasi wisata religi yang diyakini sebagai bagian dari ibadah juga memerlukan pola-pola dukungan yang memadainya, seperti ketersediaan tempat-tempat peristirahatan yang memiliki daya keramahan.

Karena itulah, keberadaan masjid-masjid yang ramah terhadap para musafir sangat diperlukan untuk menjadi bagian pola yang memberika dukungan positif. Harapannya agar masjid yang ramah musafir ini dapat menjadi bagian pilihan terbaik bagi musafir, tentu selain untuk memenuhi kebutuhan perjalanan, juga dapat memastikan bahwa para musafir muslim yang sedang berwisata tidak mengabaikan kewajiban dalam beribadah.

Tinggalkan Balasan