“Orangtua saya hanya seorang petani pepaya dengan penghasilan pas-pasan. Kami ada orang bersaudara yang masih dalam tanggungan orang tua,” kata Rafikah kepawa wartawan beberapa waktu lalu. Ia sadar berasal dari keluarga tak berada, namun ia tetap memiliki tekad yang kuat.
“Saya tidak akan pernah berhenti bercita-cita untuk bisa menuntut ilmu agama di Negeri Timur Tengah tersebut. Meskipun keluarga pas-pasan, tapi ada Allah Subhanahu Wa Taala yang maha kaya. Semoga jalan apa pun yang tidak terduga,” kata Rafikah.

Kini, gadis manis yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Simpang Tigo Kapar, Jorong Kapar Timur, Nagari Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat, ini berharap keajaiban itu tiba.
