Keempat, menyelaraskan amanat dengan mencari topik-topik yang menarik untuk membangun suasana, latar, alur, dan lain-lain. Beberapa bagian yang penting dalam naskah, yaitu: 1) bagian dari percintaan tokoh Djamil dengan Umi dan Zainab menjadi adegan yang mewarnai alur, juga bagian kisah cinta tokoh Amran yang gila karena penolakan dari Fatimah, 2) bagian bunuh diri umi yang menjadi klimaks dari dramatisasi, 3) bagian monolog dari beberapa tokoh yang kami jadikan ciri khas penggambaran suasana hati dari tokoh, 4) bagian mauludan sebagai penggambaran kebiasaan masyarakat Kedungpring yang sangat agamis, dan 5) bagian huru-hara masyarakat saat tokoh H. Basuni teriak-teriak sebagai penggambaran suasana.
Kelima, setelah penentuan topik-topik kami menyusun adegan. Adegan 1 penggambaran suasana sehingga kami memutuskan untuk adanya acara mauludan yang dihadiri para santri. Nah, disini kami membuat perubahan dari cerpen, dengan mengadaptasian tokoh santriwati yang menghadiri mauludan. Adegan 2 berisi monolog Amran yang menjadi penggambaran sifat Amran yang gila karena cintanya ditolak Fatimah, di adegan ini ada juga tingkah laku komedi yang menghibur penonton. Adegan 3 masih dalam suasana maulid, pertemuan antara tokoh Umi dan Djamil yang berdialog dari hati ke hati. Adegan 4 suasana menegang ketika H Basuni memergoki kedua anaknya berbincang dengan laki-laki dan di sinilah mulai konflik yang disebabkan sifat sombong H Basuni. Adegan 5 berisi monolog tokoh Umi di detik-detik pengakhiran hidupnya, yakni klimaks dari drama Umi Kalsum. Adegan 6 berisi penyelesaian konflik yang dimana masyarakat membantu keluarga H Basuni mengurusi pemakaman Umi, dan diakhiri dengan perbincangan ibu-ibu dari tragedi bunuh dirinya tokoh Umi Kalsum.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam alih wahana adalah perlu dikenali bentuk sumber adaptasi dan bentuk hasil pengadaptasiannya. Sumber adaptasi ini adalah cerpen yang berupa teks (tulisan), sehingga lebih leluasa dalam menggambarkan suasana, watak, tokoh, alur, dan lain-lain. Berbeda dengan drama yang berupa pertunjukkan karena harus memperhatikan banyak aspek, yakni aspek durasi atau lamanya pertunjukkan, suasana, properti, dan lain-lain.
Jadi, dalam penyusunan naskah drama perlu mempertimbangkan model pertunjukkan yang ada, sehingga terjadi pengadaptasian seperti dalam 1) pengaturan latar tempat, penggunaan latar tempat menjadi pertimbangan karena harus memikirkan properti yang akan digunakan juga tata letaknya. 2) pengaturan masuk keluarnya aktor ke panggung, jadi adegan per adegan harus disusun seteliti mungkin agar tidak terjadi bentrok dan kebingungan aktor. 3) pengaturan latar waktu menjadi perhatian khusus agar cerita masuk diakal dipahami penonton.
Alih wahana dari cerpen Umi Kalsum menjadi naskah drama Umi Kalsum bahkan menjadi sebuah pertunjukkan dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023 yang dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dramatisasi yang dibawakan oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas 5B mendapat apresiasi dari para kurator dan penonton, kesuksesan dalam menampilkan dramatisasi ini dibawa ke puncak acara PKN; tribute: Budayawan Muslim Ciputat, tepatnya panggung ekspresi.
