Dunia Santri dalam Perjalanan Kepenulisan Saya

Tebuireng bukanlah rumah yang asing.  Saya beberapa kali ke sana bukan karena kebutuhan ziarah saja, tetapi sambang adik yang pernah nyantri di sini. Hal ini membuat saya melihat Tebuireng sebagai lingkungan nyaman tempat saya bisa kembali kapan saja saya mau. Tetapi yang juga istimewa dari itu adalah ulang tahun duniasantri yang digelar di Pesantren Ini. 

Dunia Santri bagi saya adalah rumah menulis pertama saya di media sejak beberapa tahun lalu. Cerpen dan tulisan lain yang saya kirim diterima di sini, dan itu membuat saya pada akhirnya berani melangkah untuk menulis di media-media lain. Meskipun saya bukan bagian dari struktural jejaring duniasantri, akan tetapi duniasantri memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kepenulisan saya. 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedatangan saya kali ini sebagai peserta yang ikut menyimak langsung Workshop Penulisan Kreatif dan Jurnalistik yang diadakan duniasantri dengan pemateri yang saya tunggu-tunggu. Mulai dari Hilmi Faiq, Mahwi Air Tawar, Raedu Basha, dan Mukhlisin, nama-nama yang tidak asing dalam dunia kepenulisan terutama di jejaring duniasantri itu sendiri. 

Menghadiri workshop kepenulisan dan berkumpul dengan orang-orang di dunia yang satu frekuensi kiranya menjadi penting bagi saya untuk terus menyalakan api semangat menulis. Sebab saya bisa terus menggali ilmu dan pemahaman-pemahaman dari sudut pandang lain yang segar untuk dijadikan pemantik dari sudut mana saja agar saya terus bisa menemukan ide menulis. 

One Reply to “Dunia Santri dalam Perjalanan Kepenulisan Saya”

Tinggalkan Balasan