duniasantri.co, Mainstreaming Geliat Literasi Santri

Dengan konsekuensi logis tadi, saya rasa kita masih dapat berperan, yaitu dengan ngurip-nguripi, ngebek-ngebeki ruang digital dengan tulisan yang sehat serta moderat sehingga dapat menyaingi sebagian kelompok yang memanfaatkan panggung digital untuk menyebarkan paham-paham radikal, hoax, hate speech, dan lain-lain. Menulis di ruang digital itu suatu ikhtiar untuk berperan. Meskipun masih dalam taraf yang kecil, tetapi tidak masalah, yang penting niat kita sudah baik yaitu menyalurkan energi kebaikan lewat tulisan itu.

Dalam konteks ini, duniasantri.co menjadi sebuah plaform untuk menggerakkan kembali dunia literasi khususnya bagi santri. Dalam hasil riset mini saya, saya juga mendapati di kolom kirim artikel bahwa di sana terdapat kata “tiap tulisan atau karya yang dimuat akan memperoleh honorarium sebesar Rp 50.000 dan hanya bisa dimintakan klaim pembayaran tiap lima kali pemuatan (kelipatan lima pemuatan karya)”.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal itu yang membuat saya tercengang; kok amat baik. Kita-kita semua padahal sedang belajar menulis, tetapi malah mendapat penghargaan berupa honorarium. Ada salah satu author bilang bahwa dengan honorarium tersebut sudah bisa membeli kitab Syarah Rawaiul Bayan atau bahkan kitab Lisanul Arabiy –kita yang terkesan mahal–. Saya bisa membayangkan juga para santri yang telat kiriman dari orang tua, juga telah tercukupi dengan honorarium tersebut.

Inilah seperti penjelasan dari Kang Maman yang selalu mengutarakan, “Jika kamu Iqro’, kamu tidak mungkin kelaparan”. Dengan Iqro’ akan menjadikan dasar kebahagiaan. Coba lihat negara Finlandia, Belanda, Swedia, Australia, dan Jepang. Baru Iqro’ saja, 5 negara tersebut bisa menjadi negara yang bahagia serta maju. Mereka hanya punya Iqro’ sudah seperti itu, sedangkan kita punya bismirabbika. Bayangkan jika dielaborasikan dengan bismirabbika, yang mana telah dimiliki kita semua. Keren, bukan? Maka, mari menulis, mari berliterasi guna tercapai visi santri membangun negeri. Wassalam…

Tinggalkan Balasan