duniasantri.co: Media yang Mengembalikan Marwah Santri

Saat membicarakan tentang santri tentu tidak akan jauh dari praktik menulis sebagai represenatsi tugas wajibnya. Entah menulis dalam koridor ngesahi kitab, menulis pengetahuan seputar ilmu yang sedang diperlajari, hingga menulis dalam menyikapi gejala sosio-kultural-agama.

Walaupun santri identik dengan ngesahi kitab, tetapi kini telah terjadi transformasi besar-besaran terhadap santri sendiri. Tentu, perubahan besar ini bukan hanya dalam koridor seni atau cara berpakaian, melainkan juga sebagai agen kritik-otokiritik atas isu sosial yang ada. Isu-isu seputar sosio-politik, budaya, dan agama kini menjadi semacam kajian yang tak pernah berhenti untuk dikritisi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut penulis sendiri, ketiga isu tersebut merupakan makanan sehari-hari dalam arti bahwa peristiwa yang terjadi dikarenakan beragam motif yang melatarbelakanginya. Dikarenakan banyaknya paradigma atau pemikiran dalam menyikapinya, ketiga isu tersebut terus hidup walaupun telah menjadi sejarah atau peristiwa yang lalu.

Sehingga, santri masa kini selain menjadi kritikus yang andal dalam menganalisis segala gejala sosial yang ada, kini berubah menjadi seorang inteletual dalam menyikapi disrupsi media yang ada. Keterbukaan akan akses informasi digital kini menjadi semacam celah agar santri dapat bergabung dalam membangun keberjalanan negeri ini.

Santri dan Media

Berbicara dalam menghadapi tantangan disrupsi media, tentunya santri membutuhkan semacam sokongan untuk mengabadikan ide dan gagasannya agar abadi dan bisa dinikmati oleh khalayak ramai. Salah satu solusinya adalah dengan pendirian media massa yang membantu setiap pendapat, kritik, dan pengetahuan yang ingin disampaikan oleh santri dapat dipublikasikan.

Tinggalkan Balasan