Arti dari perkataan ini adalah menulis merupakan kegiatan mulia yang tak hanya mengabadikan diksi menjadi kalimat dalam lembaran kertas, melainkan juga dapat diresapi dalam otak atau pikiran, sehingga ilmu yang telah tertanam dapat diamalkan.
Selain itu, menulis juga menjadi kewajiban sehari-hari santri, di mana para santri tak jauh dari kitab dan buku untuk sebatas ngesahi atau memaknai hingga mencatat penjelasan Romo Kiai ataupun uztaz dalam menyampaikan penjelasan.

Maka awal dari konsep literasi yang digaungkan santri hingga masa kini telah diajarkan oleh kiai sebagai pengasuh, dewan assatiz ataupun guru di pondok ataupun madrasah, bahwa tugas santri adalah menulis untuk menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai salah satu ajang dakwah yang utama.
Maka di era tantangan global yang ada, santri harus memanfaatkan media massa, seperti duniasantri.co ini, sebagai salah satu wadah untuk berdakwah dan mengembangkan bakat dan minat dalam bidang kepenulisan. Dengan begitu, terbangun keistikamahan dalam menyampaiakan ilmu, gagasan, pengetahuan, hingga pendapat berupa kritik maupun solusi yang dapat bermanfaat untuk sesame ataupun bangsa.
Selain sebagai ajang dakwah, menulis juga dapat mengembalikan marwah santri. Sebab, ketika selesai atau boyong dari pondok, santri tetapi tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menulis. Walaupun, menulis dalam koridor yang berbeda dengan memanfaatkan akses media massa.
