Etika Komunikasi dalam Al-Quran

Dengan demikian, Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu menggunakan perkataan yang sopan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ini dapat kita terapkan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua daripada kita.

Keempat, qoulan ma’rufa (perkataan yang menimbulkan kedamaian dan ketentraman). Setiap manusia dituntut untuk berkomunikasi yang baik karena setiap perkataan yang diucapkan akan terus tersimpan dalam hati komunikan. Karena itu, kita hendaknya menggunakan perkataan yang tidak menyinggung perasaan orang lain, dan mengetahui kapan kita harus diam dan kapan harus berbicara.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kelima, qoulan saddida (perkataan yang benar, jujur, tidak bertele-tele). Ucapkan perkataan yang benar kepada orang lain sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Jika kita berkata jujur maka hati kita akan tenang, bahagia, jauh dari rasa gelisah.

Karena itu, kita dianjurkan untuk selalu berkata jujur karena kita akan mudah dipercaya orang lain. Sebaliknya, jika berkata tidak jujur satu kali pun, maka orang lain tidak akan atau sulit mempercayainya lagi.

Terakhir, qoulan layyina (perkataan lemah lembut, agar pesan yang disampaikan sampai kepada penerima). Berkomunikasi harus dilakukan dengan perkataan yang lemah lembut, hati yang keras akan menjadi halus dan kekuatan orang yang sombong akan lemah. Sebab, Islam mengajarkan untuk selalu berkomunikasi dengan lemah lembut. Dalam berkomunikasi harus dengan perkataan yang baik, tidak menjelek-jelekan, dan saling menghormati.

Dengan demikian, setiap orang harus menanamkan kembali perilaku berta’aruf dan bersilahturahmi. Pola komunikasi yang baik dapat kita jadikan pedoman untuk menumbuhkan perilaku tersebut. Jika Al-Quran selalu ada pada diri kita, maka ketentraman dan kedamaian akan selalu ditemukan dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan