Fenomena Komodifikasi Agama di Bulan Ramadan

Doktrin normatif agama memang sangat ampuh untuk menghipnotis umat beragama awam. Peluang seperti itu pun tidak disia-siakan oleh segelintir orang yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Agama hanya dipahami secara literal, tanpa menghiraukan substansi yang ada didalamnya. Agama hanya dijadikan bumbu penyedap rasa untuk menambah cita rasa urusan keduniawian. Yang pada akhirnya hanya akan menghilangkan tujuan utama dan kesakralan dari ajaran agama itu sendiri.

Penyebab dan Solusinya

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Maraknya komodifikasi agama seharusnya membuat kita lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan berbagai produk yang mengatasnamakan agama. Karena dampak terparahnya bisa jadi hal-hal seperti itu hanya sebagai upaya penipuan semata.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari komodifikasi agama. Di antaranya, melalui hubungan interaktif dan berulang-ulang antara agama dan pasar. Dan dalam prosesnya, komodifikasi agama melibatkan baik kekuatan-kekuatan pasar maupun partisipasi aktif kaum agamawan dan lembaga-lembaga keagamaan dalam dunia pasar dan budaya konsumsi. Ini bisa dibuktikan dengan diiklankannya beberapa produk oleh ustaz-ustaz tertentu.

Selain itu pola keberagamaan masyarakat kita juga dapat memicu adanya komodifikasi agama. Masyarakat kita cenderung menganggap bahwa teks-teks suci keagamaan dan kaum agamawan merupakan solusi untuk semua permasalahan yang ada di kehidupannya. Sehingga pelarian mereka akan menuju kepada teks-teks agama yang dianggap sebagai sesuatu yang “solutif” tadi. Dan pada situasi seperti inilah pihak-pihak berkepentingan akan mengambil sebuah peluang dan akan mengonversikannya menjadi keuntungan yang sebesar-besarnya.

Tinggalkan Balasan