Perjuangan Gangubai Kathiawadi dalam aktivisme dan advokasi membela hak-hak pekerja seks menorehkan sejarah mendalam dari kelompok yang kerap dianggap tabu dan banyak mengalami diskriminasi. Hal ini terlihat ketika Gangubai memperjuangkan anak-anak dari pekerja seks untuk tetap mendapatkan pendidikan.
Pada titik inilah yang menurut saya sangat relevan; “sekolah tidak mau menerima anak-anak dari para pekerja seks”. Sekolah tidak mau menanggung malu hanya karena “anak dari pekerja seks”.

Problem Dasar Sekolah
Penolakan dengan dalih etika dan latar belakang berdasar kurikulum seringkali menyumbat supremasi pendidikan di mana-mana. Jangankan di sebuah film, dalam kehidupan sehari-hari saja banyak kita temui hal demikian. Sekolah seringkali “cuci tangan” dalam mengahadapi siswa (dalam bahasa kasarnya); background buruk.
Peristiwa dalam film itu, tidak lain hanyalah tamsil kecil betapa sekolah cenderung terkesima pesolek citra (nama baik). Hingga pada akhirnya lupa, bahwa tugas luhur sesungguhnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, tanpa memandang latar belakang dan statusnya.
