Gayeng, Workshop Penulisan Dunia Santri

Setelah memeriksa beberapa tulisan opini dari santri, misalnya, Bisri Effendy mengurai tentang trik-trik menulis opini dengan baik dan benar. Salah satunya adalah bagaimana penulis mampu mencermati persoalan dan isu aktual sehingga opini yang ditulis sarat refleksi kehidupan dengan tetap mendialogkan persoalan atau realitas tersebut dengan literatur yang ada.

“Di sinilah opini dibangun dengan baik agar konten opini tidak ngambang serta tetap fokus pada satu persoalan yang akan ditulis,” tegasnya sambil menganalisa salah satu tulisan santri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Oleh karena itu, imbuhnya, menulis butuh proses panjang yang mencakup berbagai aspek keilmuan sehingga penulis mampu menghadirkan karya tulis dengan tetap tidak meninggalkan kajian literatur yang ada. Menurutnya, tidak ada penulis yang berdiri sendiri di dunia ini dengan ide maupun gagasannya. Bahkan, setingkat Gus Dur pun tetap terpengaruh dengan pemikiran lain sehingga nuansa tulisan sangat sarat makna.

“Misalnya, kita ambil contoh salah satu artikel Gus Dur ialah pesantren sebagai subkultur. Inilah kekuatan dari literaturnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Alfian Siagan menjelaskan tentang etika menulis fiksi yang meliputi puisi dan cerpen. Hal yang disoroti olehnya adalah puisi dan cerpen harus mempunyai alur dan masalah yang jelas. Jangan sampai menulis puisi tapi tidak berbentuk puisi. Jangan sampai menulis cerpen tapi tidak ada persoalan yang diangkat dan alurnya tidak jelas.

Tinggalkan Balasan