MENCARI JALAN PULANG
Pada langkah yang seterusnya
Aku berharap kaumasih menjadi
Rumah walau alamat sudah menua
Namun terlihat masih seperti semula

Kususuri sekian banyak langkah
Di lorong-lorong masa
Yang sempat menjadikanku
Sebagai kisah
Tentang tawa yang usang
Atau sekadar canda yang tinggal kenang:
“Nek aku pulang,sudah lama aku
Tak mencium bunga tanganmu
Apakah dari dulu waktu membantumu
Untuk tidur dengan nyenyak?
Bersama doa-doa yang kukirim
Namun tak seberapa”
Rumah kedua.
