Banyak siswa SMA yang antusias bisa menjadi bagian almamater perguruan tinggi negeri. Ada juga beberapa siswa yang sudah mendaftar di dua, bahkan tiga perguruan tinggi, namun tak satu pun yang lulus. Tak dapat dimungkiri kalau masuk perguruan tinggi negeri masih menjadi cita-cita mayoritas siswa MA, SMK, dan SMA.
Kisah kesuksesan santri Pesantren Al-Hidayat ini berawal saat Hanum mendaftar tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN). Setelah lolos persyaratan adminitrasi, ia mengikuti tes SBMPTN Jurusan Biologi Universitas Lampung dan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketika pengumumuman, Hanum diterima di kedua universitas tersebut. Tak berselang lama, ada pembukaan pendaftaran jalur prestasi khusus jurusan kedokteran Universitas Lampung. Hanum mencoba mendaftar, dan hasilnya diterima melalui jalur prestasi khusus.

Selama ini orang beranggapan bahwa siswa dari kalangan santri memang menyandang stigma sangat jarang diterima di perguruan tinggi negeri ternama. Tidak semua pelajar apalagi dia adalah seorang santri mampu belajar di jurusan bergengsi. Tetapi berbeda dengan yang dialami Hanum, yang mampu menepis stigma itu. Hanum mampu membuktikan bahwa santri juga memiliki kualitas yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain di luar lingkungan pondok pesantren. Santri juga mampu unggul dalam bidang ilmu umum, bukan hanya dalam bidang agama.
