Dalam benak kita, ketika disebutkan nikah beda agama, maka yang muncul pertama kali adalah kata haram. Nampaknya hal tersebut sudah tertanam kuat di alam bawah sadar. Sebagai implikasinya, tidak ada ruang untuk melangsungkan nikah beda agama. Saya sodorkan bukti konkret yang terjadi beberapa minggu lalu. Seorang biduan dan biduanita hendak melangsungkan pernikahan padahal berbeda iman. Mereka tahu konsekuensinya, sehingga sang biduanita memilih untuk mengonversi keyakinannya.
Apa yang hendak saya katakan bahwa persoalan nikah beda agama adalah pantangan tersendiri. Saya mengapresiasi kejantanan penulis tatkala mendiskusikan topik ini dalam satu bab khusus. Seolah menjadi ciri khasnya, ia memperkenalkan intelektual sebelumnya yang membahas persoalan ini secara ekstensif. Kali ini nama yang ia pilih adalah ulama jebolan Al-Azhar Mesir, Abdullah al-‘Alayli. Sebagaimana kita duga, penulis mempunyai kesimpulan yang berbeda dengan pandangan mainstream ulama.

Lebih daripada itu, ia juga berupaya untuk mematahkan anggapan bahwa nikah beda agama akan menggadaikan keyakinan. Perlu diingat bahwa nikah beda agama yang dipersoalakan di sini ialah ketika seorang muslimah hendak menikah dengan nonmuslim. Penulis mengulas penelitian empiris yang dilakukan oleh Ayse Elmali-Karakaya. Konklusi pokoknya ialah kekhwatiran ulama akan lunturnya identitas Islam dalam pernikahan lintas iman secara faktual tidak terkonfirmasi. Artinya, itu hanyalah kekhawatiran tanpa basis yang jelas—kalau tidak dibilang waham.
Itulah dua pokok besar yang saya tarik dari buku ini. Rasanya tidak mungkin untuk mendiskusikan keseluruhan isinya. Mengingat buku ini tidak secara khusus membahas satu topik, melainkan ragam persoalan. Kendati begitu, sebagaimana saya ulang-ulang, Mun’im berhasil mempertanyakan ulang hal-hal yang membuat kita sungkan untuk mengungkapkannya. Kiranya, tulisan yang berjudul Smith dan Pertanyaan yang Tak (Lagi) Ditanyakan merepresentasikan penulisnya: Mun’im Sirry yang (selalu) berani!
Data Buku:
Judul: Think Outside the Box Membebaskan Agama dari Penjara Konservatisme
Penulis: Mun’im Sirry
Penerbit: SUKA Press
Tahun: Pertama, Maret 2024
Isi: 466 Halaman
ISBN: 978-623-7816-86-7
