Semua santri yang kembali ke pondok juga harus membawa surat hasil rapid test dari rumah masing-masing. Belum cukup, pihak pondok juga telah menyiapkan sekitar 20 dokter dan tenaga medis guna memeriksa tiap santri yang baru tiba. Para dokter dan tenaga medis tersebut adalah alumni Pesantren Amanatul Ummah yang dulu mendapat bea siswa atas upaya pondok pesantren yang diasuh Kiai Asep ini. “Jadi mereka memang ada kewajiban untuk mengabdi di Amanatul Ummah,” kata Kiai Asep, panggilan KH Asep Saifuddin.
Selain itu, pihak pondok juga telah menyiapkan dua ruang isolasi. “Ini bukan untuk covid-19, tapi takut ada yang sakit. Ya sakit biasa,” kata Kiai Asep. Selain ruang isolasi, pihak pondok juga telah menyiapkan dua mobil ambulance untuk antisipasi santri sakit.

