Selain itu, sejumlah tamu juga hadir dalam acara ini, di antaranya adalah Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional Marsekal Muda TNI Donald Kasenda dan Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia Trisya Suherman.
Seperti sudah banyak kita ketahui bahwa Hikayat Nusantara adalah kumpulan cerita lama, yang seringkali berbentuk prosa, dan mencakup berbagai kisah, legenda, dan cerita rakyat dari seluruh wilayah Nusantara atau Indonesia. Hikayat ini seringkali mengandung unsur-unsur sejarah, agama, dan nilai-nilai budaya, serta berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan ajaran moral, sejarah, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Secara antropologis hikayat memiliki fungsi didaktik (pendidikan) dan hiburan dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Hikayat juga dapat menjadi sumber inspirasi dan sarana penanaman nilai. Ada berbagai ragam hikayat dalam khasanah budaya Nusantara mulai yang mengandung nilai religi sampai yang jenaka. Hikayat dapat menjadi sarana berinteraksi dan komunikasi antar masyarakat. Majelis Nyala Purnama kali ini mengambil tema Hikayat Nusantara sebagai upaya menggali dan mengaktualisasikan spirit, nilai, dan makna yang ada dalam hikayat,” ujar Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia sekaligus Pembina Komoenitas Makara Dr. Ngatawi Al Zastrouw.
Pada sesi Orasi Budaya ada dua pakar dari dua disiplin ilmu yang berbeda. Pertama, Profesor Herawati Sudoyo, pakar dalam bidang DNA manusia dan salah satu pendiri Lembaga Eijkman – institusi penelitian yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Di Majelis Nyala Purnama ini, ia membahas tentang asal-usul manusia Nusantara dilihat dari DNA-nya yang dari hulunya memang sudah beragam.
