Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (HIMA SPI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik pada Minggu (18/10/2026). Pelatihan dilaksanakan di Kampus B UNUSIA di Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan jurnalistik ini mengambil tema “Meretas Arus Informasi: Mahasiswa Sejarah sebagai Pionir Jurnalisme dan Literasi Kesejarahan di Media”. Kegiatan yang diikuti sekitar 54 peserta ini bertujuan mendorong mahasiswa sejarah untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik sekaligus memperkuat literasi kesejarahan melalui media.

Kegiatan dibuka pada pukul 12.30 WIB. Setelah rangkaian pembukaan selesai, acara memasuki sesi inti yang dipandu oleh moderator dengan menghadirkan Mukhlisin Ashar dari jejaring duniasantri sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pelatihan jurnalistik menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia jurnalistik dan memahami pentingnya penyampaian informasi yang baik melalui media. Bagi mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, keterampilan jurnalistik memiliki relevansi dalam menyampaikan pengetahuan sejarah kepada masyarakat secara informatif, menarik, dan bertanggung jawab.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah penyampaian materi. Peserta menunjukkan ketertarikan melalui berbagai pertanyaan dan keterlibatan aktif dalam diskusi.
Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai jurnalistik sekaligus bertukar pandangan tentang peran mahasiswa sejarah dalam menghadirkan informasi kesejarahan di tengah arus informasi yang semakin dinamis.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cendera mata kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan berbagi ilmu dan pengalaman. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi dokumentasi bersama untuk mengabadikan pelaksanaan kegiatan.
Melalui pelatihan jurnalistik ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami keterampilan dasar jurnalistik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyebarluaskan pengetahuan sejarah kepada masyarakat. Mahasiswa sejarah memiliki potensi untuk menjadi penghubung antara pengetahuan akademik dan publik melalui tulisan, berita, serta berbagai produk media yang berbasis pada sumber dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang jurnalistik dan literasi kesejarahan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam menghadirkan narasi sejarah yang kritis, edukatif, dan relevan bagi masyarakat.

Rangkaian acara juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemimpin Redaksi duniasantri.co, Mukhlisin Ashar dan Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fuadul Umam, M. Hum.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan dalam membangun hubungan antara lingkungan akademik dan media.
