Hoaks Membunuh Kita (2): Nabi pun Nyaris Termakan Hoaks

Mendengar perkataan itu Rasulullah bimbang antara kebenaran utusan bani Mustaliq atau al-Walid. Maka secepatnya Rasulullah melakukan klarifikasi (tabayyun) dan verifikasi (tatsabbut) dengan mengutus Khalid bin Walid untuk melakukan interogasi lapangan secara intensif ke bani Mustaliq.

“Wahai Khalid!” Rasul memanggil Khalid. “Datangilah mereka, dan lihatlah jika kau mendapati tanda-tanda keimanan pada mereka maka ambillah zakat mereka, jika kau mendapati mereka sebaliknya, maka perlakukan mereka sebagaimana diperlakukannya orang-orang kafir!”  demikian titah Rasul pada Khalid.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian Khalid menjalankan semua titah Rasulullah dan Khalid melihat tanda-tanda keimanan pada mereka dengan bersedia menunaikan zakat. Khalid juga mendengar azan salat Maghrib dan Isya. Ironisnya, Khalid tidak mendapati mereka melainkan taat pada Rasulullah.

Ini merupakan hasil verifikasi (tatsabbut) atas berita hoaks yang dilakukan al-Walid. Dan setelah itu, Khalid melaporkan kondisi bani Mustaliq  yang sebenarnya pada. Maka turunlah QS. Al-Hujurat: 6 ini.

Dampak dari hoaks yang dibawa al-Walid hampir saja menyebabkan pertumpahan darah umat Islam. Maka dari itu, mari kedepankan klarifikasi dan verifikasi atas suatu berita agar tidak menyesal setelahnya.

Demikianlah klarifikasi (tabayyun) dan verifikasi (tatsabbut) yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menghadapi berita hoaks yang terjadi saat itu. Seandainya tanpa adanya klarifikasi dan verifikasi, maka perpecahan akan terjadi karena hampir saja Rasulullah mengerahkan armada perang untuk melenyapkan bani Mustaliq.

One Reply to “Hoaks Membunuh Kita (2): Nabi pun Nyaris Termakan Hoaks”

Tinggalkan Balasan