pada angin berwarna kapas
kata-kata kupahat
biar segala yang bernama embun
lunglai di antara fajar dan pagi
meski kedatangan matahari akan menghapusnya.
Ibu, dongeng-dongeng sudah lama
tak dibacakan
waktu terasa luntur dari kalender
dan jarum jam terasa patah
tapi aku tekun menulis puisi
sekadar meredam rindu dendam ini.

Cabeyan, 2021.
NADAM CINTA
Rambut pagi tergerai sampai ke hati.
Membawakan sejuk embun puisi
Perhelai menjahit segala luka.
Hingga bahagia kembali kurasa
Aku pun menggigil di balik embun.
Kata-kata tumbuh di ubun-ubun
Tinggal ucapan darimu yang kutunggu.
Rindu menghangatkan jiwaku
Hati-hati kutangkap suara burung.
Agar imaji tak sampai terkungkung
Kubaiat ini gema membahana.
Yang mampu segarkan rumput di sabana
Cabeyan, 2021.
