IBU, MALAM SUDAH TERPEJAM

pada angin berwarna kapas
kata-kata kupahat
biar segala yang bernama embun
lunglai di antara fajar dan pagi
meski kedatangan matahari akan menghapusnya.

Ibu, dongeng-dongeng sudah lama
tak dibacakan
waktu terasa luntur dari kalender
dan jarum jam terasa patah
tapi aku tekun menulis puisi
sekadar meredam rindu dendam ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Cabeyan, 2021.

NADAM CINTA

Rambut pagi tergerai sampai ke hati.
Membawakan sejuk embun puisi
Perhelai menjahit segala luka.
Hingga bahagia kembali kurasa

Aku pun menggigil di balik embun.
Kata-kata tumbuh di ubun-ubun
Tinggal ucapan darimu yang kutunggu.
Rindu menghangatkan jiwaku

Hati-hati kutangkap suara burung.
Agar imaji tak sampai terkungkung
Kubaiat ini gema membahana.
Yang mampu segarkan rumput di sabana

Cabeyan, 2021.

Tinggalkan Balasan