Idul Adha dan Kewajiban Ikut Keputusan Pemerintah

Makna Idul Adha

Di dalam perayaan Hari Raya Idul Adha yang biasa juga disebut sebagai Hari Raya Kurban, adalah suri tauladan dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Suatu pengorbanan yang sangat mendalam tatkala Allâh swt memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail (putra semata wayang) demi taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah swt. Sebuah dilematis terhadap kecintaan bapak kepada anaknya. Tetapi perintah Allah swt jauh lebih dihormati dan ditaati sebagai suatu kehambaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Maka dengan perasaan yang hancur, karena cinta Robb merupakan segala-galanya, menyembelih Ismail merupakan sebuah pilihan. Tetapi Allah swt tidak tinggal diam. Melihat ketaatan Nabi Ibrahim kepada-Nya, maka Allâh swt mengganti Ismail dengan binatang ternak. Domba adalah hewan sembelihan yang dapat dijadikan pengorbanan demi taqarrub kepada Allah swt. Selain domba, binatang lainnya seperti unta, sapi, kambing, dan biri-biri dapat dijadikan hewan kurban.

Pada akhirnya terjadi implikasi sosial dalam bentuk ibadah kurban. Daging kurban dapat dibagikan kepada sanak famili, handai tolan, dan orang-orang miskin yang ada di sekitar kita. Dampak sosial ini akan mempererat tali persaudaraan, bahkan sebagaimana dijelaskan oleh Gus Baha (KH. Bahauddin Nursalim) bahwa hewan kurban dapat diberikan kepada non-muslim. Wallahu A’lam! 

Tinggalkan Balasan