Islam dan Kesehatan Mental (1): Pengertian dan Hubungannya

Melihat kasus tersebut di mana almarhumah Novia seorang muslimah, silakan membuat satu tulisan tersendiri bila ingin membantah apakah orang yang bunuh diri masih dianggap muslim; saya sedang tidak membahas statusnya setelah meninggal, melainkan sebelumnya. Ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran, kemudian timbul pertanyaan, apakah Islam tidak ada hubungannya dengan kesehatan mental? Apakah Islam tidak punya pengaruh sama sekali terhadap kesehatan mental seseorang? Saya mencoba mencari jawabannya.

Islam dalam konteks ini mengandung arti harfiah sebagaimana Jibril mengajarkannya; Ma huwa al-Islam?” Nabi menjawab, “an Tasyhada an laa ilaaha illa Allaah, wa an Tasyhada Muhammadar Rasuulullaah.” Engkau menyaksikan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Engkau menyaksikan bahwa Muhammad utusan Allah. Islam dalam konteks ini bukan agama institusional atau formal.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kesehatan mental dijelaskan oleh beberapa ahli sebagai terhindarnya seseorang dari gangguan mental baik berupa neurosis (gangguan jiwa ringan) maupun psikosis (gangguan mental serius yang ditandai pengidapnya mengalami halusinasi dan delusi).

Depresi atau stres menjadi pembahasan penting dalam dunia psikologi dan menjadi persoalan paling dominan dan paling sulit penanganannya dalam kehidupan manusia. Penyebab terjadinya stres (stressor) secara umum meliputi beberapa hal; gangguan dari dalam dirinya sendiri seperti disorientasi kehidupan, hilangnya kepercayaan diri, dan di luar dirinya seperti lingkungan yang tidak mendukung kemudian gagal beradaptasi atasnya, tekanan dari orang lain; ancaman dan penghinaan. Kerentanan seseorang terhadap stressor berbeda-beda karena faktor genetik, proses belajar, budaya yang ada di lingkungannya dan intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain berbeda.

Tinggalkan Balasan