Islam Nusantara sebagai Perlawanan Islam Radikal

Bayangkan, jika hari ini paham Islam radikal yang menjadi arus utama dalam dunia keberislaman di Nusantara, akan terjadi kekacauan akan ada di mana-mana, pengeboman menjadi berita utama setiap hari, kawan kita yang berbeda keyakinan dengan kita akan menjadi target utama kaum radikal, dan kengerian-kengerian lainnya.

Konsep Islam Nusantara dicetuskan oleh NU dengan merujuk pada Islamisasi yang dilakukan oleh para ulama Walisongo. Dakwah Walisongo tidak menafikan budaya lokal dan tidak menghilangkan esensi agama Islam. Lalu, konsep Islam Nusantara ini dilanjutkan dan dikembangkan oleh NU yang mengajarkan pemahaman Islam yang penuh dengan sifat moderat, toleran, proporsional, dan adil. Sehingga wajah Islam begitu cemerlang di hadapan umat lainnya. Keberlangsungan kehidupan yang harmonis terus dijaga dan dirawat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Maka dari itu, penting menangkal paham radikalisme (Islam Radikal) di Indonesia. Tentu perlu usaha yang lebih dan kerja sama yang begitu kuat antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah (negara).

Referensi

Abdullah Ubaid dan Mohammad bakir (ed.), Nasionalisme dan Islam Nusantara, (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2015), hlm. 247

Sartono Kartodirdjo, Ratu Adil,(Jakarta: Sinar Harapan, 1985), h. 38

Tinggalkan Balasan