Islam Nusantara

Misalnya, Sunan Kalijaga mendakwahkan Islam dengan memanfaatkan wayang. Sebab, di zaman itu masyarakat Jawa lebih senang mendengerkan dan menyaksikan pertunjukan wayang daripada berkumpul dalam suatu majelis pengajian. Melalui pertunjukan wayang, Sunan Kalijaga memasukkan nilai-nilai Islam. Akhirnya, masyarakat yang menyaksikan pertunjukan dapat menikmati dan menghayati nilai-nilai Islam. Dengan itu, Sunan Kalijaga memanfaatkan wayang tersebut untuk berdakwah kepada masyarakat Jawa ketika itu dengan mengganti subtansi pada pertunjukan wayang tersebut dengan pelajaran agama, seperti akhlak, meyakini bahwa Allah Tuhan yang Esa, dan lain lain.

Dari cara-cara dakwah yang disesuaikan dan dipadukan dengan budaya masyarakat Nusantara itulah akhirnya lahir istilah Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara bukan sebuah ajaran, bukan mazhab, tapi tipologi (ciri khas) yang dimiliki oleh muslim Nusantara untuk menginterpretasikan dan merealisasikan nilai agama Islam pada budaya yang sudah berjalan sejak nenek moyang mereka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan