Islam Radikalis vis-à-vis Islam Rahmatal Lil ‘Alamin

NU mampu dalam menerjemahkan Islam dalam konteks masyarakat, sehingga Islam datang ke Nusantara bukan meng-arabkan, tapi meng-islamkan. NU mampu membuka ruang-ruang diskusi yang lalu menciptakan akulturasi budaya Islam yang mapan. Apalagi, dengan budaya yang semakin kuat, akan menjadikan jamaah semakin solid yang lalu mengantarkan dalam barisan satu pemahaman dan tidak mudah pecah belan serta diadu domba.

Sekira budaya yang bertentangan dengan Islam dihilangkan, budaya-budaya yang tidak bertentangan tetap dilestarikan, alhasil, datangnya Islam di Nusantara tidak mengubah dan merampas jati diri bangsa, malahan semakin memperkayanya. Prinsip-prinsip seperti itu yang sampai saat ini NU pegang. Tercermin pula dalam kaidah fikih yang menjadi pedoman kiai-kiai NU, “Al-Mukhafadzu ‘ala Qadim as-Sholih, wal Akhdu ‘ala Jadid al-Ashlah,” yang artinya tetap menjaga budaya lama yang baik serta menerima dan membuka terhadap budaya baru yang baik pula.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Output yang dikeluarkan jelas! Yaitu menjadi Muslim yang memiliki keteguhan iman dan dapat menghormati sesama. Tidak pernah sekalipun terdengar kiai-kiai NU mencela pemeluk agama lain hanya gara-gara beda agama. Bahkan, NU juga berperan aktif dalam menjaga kedamaian antarumat beragama. Tidak hanya melalui seremonial dialog saja, melainkan terjun langsung ke lapangan. Misalnya ketika ada perayaan hari raya agama lain, NU dengan Banser-nya turut mengamankan agar acara tersebut berjalan lancar dan aman.

Memberikan kelonggaran beribadah kepada umat agama lain adalah suatu hal yang mutlak. Analoginya, jika umat Islam tidak ingin diganggu ibadahnya oleh umat agama lain, maka jangan sekali-kali mengganggu umat agama lain dalam beribadah. Jika tidak ingin dicaci, maka jangan mencaci. Apalagi, Islam membawa misi rahmatal lil ‘alamin. Yang memberikan kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam semesta. Nah, membangun kerukunan beragama termasuk salah satu dari sisi-sisi rahmatnya Islam. Iman-iman seperti ini yang akan terus NU pegang, bahwa menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama, sama wajibnya dengan menjalankan syariat-syariat pokok Islam lainnya.

Tinggalkan Balasan