Islam Timur Tengah dan Islam Indonesia

Kita tahu citra Islam di Arab Timur, seperti Saudi Arabia, Yaman, Suriah, Palestina, Lebanon, dan lainnya sangatlah kuat sebagai ideologi politik. Namun, dampak dari kekuatan itulah yang menyebabkan kehancuran Islam secara esensi ruhaniyah.

Gerakan-gerakan Islam fundamentalis lahir di sini, dan sekarang menjelma menjadi momok yang sangat mengerikan di mata dunia. Transisi Islam sebagai kebutuhan spiritual menjadi identitas politik membuat ruh Islam yang sesungguhnya sebagai pembawa pesan perdamaian, pengusung akhlak, serta penuh cinta kasih jadi dikesampingkan. Jihad dijadikan jawaban atas segala pertanyaan yang menyinggung isu kemanusiaan, ekonomi, dan sosial di sana.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, paradigma integralistik seringkali membuat entitas lain menjadi iri. Hal ini sangat membahayakan stabilitas negara dari dalam. Kelompok entitas sakit hati ini akan menunggu masa kelengahan pemerintahan, menyusun kekuatan, dan bisa melakukan kudeta. Bukankan itu yang melatarbelakangi perang saudara di Lebanon, hingga akhirnya mendorong terjadinya politik sektarian dengan sistem power sharing yang akhirnya malah menjadi mala petaka baru saat ini?

Hal yang sama terjadi di Sudan. Ketegangan antar-golongan menjatuhkan Sudan pada perang saudara hingga akhirnya harus merelakan kawasan Sudan Selatan yang mayoritas non-muslim untuk berdiri sendiri. Islam di kawasan Arab Timur telah berubah menjadi identitas politik daripada sebuah agama yang membawa pesan kebaikan dan kebenaran.

Sedangkan, paradigma simbiotik merupakan cara pandang bahwa Islam dan negara punya hubungan yang terpadu, namun tidak satu. Ibarat dua orang yang saling membutuhkan satu sama lain. Indonesia adalah satu dari sekian banyak negara yang memandang Islam melalui paradigma ini. Hal ini dibuktikan dengan eksistensi ideologi yang universal, namun tetap adanya Kementerian Agama.

Di  kawasan Timur Tengah, paradigma simbiotik banyak digunakan oleh negara-negara di subkawasan Arab Barat di sisi seberang. Kawasan Arab Barat (Al-Maghrib Al-‘Araby) yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania memiliki pemikiran yang lebih progresif dibanding kawasan Arab Timur. Sentuhannya dengan Eropa membawa banyak perubahan secara budaya maupun kultur sosial. Negara-negara itu adalah Libya, Aljazair, Maroko, Tunisia,  dan Mauritania.

Tinggalkan Balasan