Istighotsah Daring, Upaya Batin di Tengah Wabah

Istighotsah secara bahasa berasal dari kata al-gouts bermakna pertolongan. Al-Ghouts jika diikutkan pada wazn istif’al menjadi istighotsah, yang berarti memohon pertolongan. Di kalangan santri atau warga nahdliyin, istighotsah telah menjadi tradisi.

Saat pandemi Corona seperti sekarang ini, istighotsah menjadi sesuatu yang urgen, seperti yang telah dianjurkan para ulama ketika menghadapi keadaan sukar dan genting, “طلَبُ الغَوْثِ عِنْدَ الشِّدَّة وَالضِّيْقِ”. Bila di saat normal istigotsah bisa dilakukan dengan cara berkumpul dalam satu majlis, maka dalam keadaan darurat akibat pandemi di mana setiap orang harus melakukan physical distancing, istighotsah dapat dilenggarakan secara daring atau online.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di samping mempertimbangkan situasi kondisi, istighotsah juga ampuh dipanjatkan di bulan-bulan istimewa, seperti bulan Sya’ban. Begitu istimewanya bulan Sya’ban, maka para ulama telah memberikan contoh bagaimana pentingnya menghidupkan malam nishfu sya’ban. Imam Syafi’i bahkan mengatakan, malam nishfu sya’ban sebagai malam yang mustajabah (doa yang dipanjatkan kepada Allah cepat terkabul) seperti tertulis di kitab Sunanul Kubro.

قَالَ الْبَيْهَقِي قَالَ الشَّافِعِي وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ فِي لَيْلَةِ الْجُمْعَةِ وَلَيْلَةِ اْلأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ (أخرجه البيهقي في السنن الكبرى رقم 6087)

Tinggalkan Balasan