Istighotsah Daring, Upaya Batin di Tengah Wabah

Malam nishfu sya’ban di tengah pandemi Covid-19 ini bisa menjadi momentum untuk menggerakkan kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt dibarengi dengan munajat seluruh bangsa memohon pertolongan-Nya supaya pandemi korona segera diangkat dari bumi Indonesia.

Berikut tata cara amaliyah istighotsah para santri Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, ketika bertepatan dengan malam nishfu Sya’ban:

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/
  1. Setelah sholat Maghrib membaca Surah Yasin tiga kali. Masing-masing diniati agar panjang umur dan diberi kekuatan selalu taat beribadah kepada Allah Swt; diniati menolak musibah, termasuk Covid19; dan diniati agar hanya Allah yang mencukupi dan tidak bergantung pada selain Allah.
  1. Selesai Surah Yasin, lalu membaca doa sebagai berikut:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.   اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Artinya: “Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman bagi orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada lauh mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di lauh mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya di lauh mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.

Tinggalkan Balasan