Buat apa ibadah kalau membuat dirimu sombong dan besar kepala, sehingga merasa diri paling layak masuk surga?
Bukankah esensi beribadah adalah pasrah, tunduk, dan bakti pada titah Ilahi? Sehingga terkikis segala kesombongan diri dan kotoran hati.

Buat apa ibadah kalau membuat dirimu sombong dan besar kepala, sehingga merasa diri paling layak masuk surga?
Bukankah esensi beribadah adalah pasrah, tunduk, dan bakti pada titah Ilahi? Sehingga terkikis segala kesombongan diri dan kotoran hati.

Semasa kuliah, saya bukan mahasiswa istimewa. Tapi di akhir masa perkuliaha...
SELENDANG RINDU Pada ufuk yang memerah, aku kabarkan rindu menjejak nurani...
Ada masa ketika seseorang pergi ke masjid, mengikuti pengajian, bersedakah...
MALAM YANG GANJIL Malam yang Ganjil bulan mengerdip dari jemari dedaunan __...
Salah satu hal yang paling kuat dalam tradisi pesantren adalah penghormatan...
Perkembangan dunia modern menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks...
SILSILAH MATA Selang beberapa lama setelah matamu mengajakku berdiskusi aku...
Di dalam kehidupan pondok pesantren, kiriman saat dompet kosong dan lemari...