Pesatren yang akrab dengan sebutan Pesantren Panompuan ini sekarang memiliki sekitar 500-an santri dan 40-an tenaga pengajar. Sebagai pesantren dalam pengertian khas -sebagai subkultur, Pesantren Panompuan tetap berkomitmen mempertahankan sistem belajar salafiyah meskipun tidak mengesampingkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi, sains, dan informasi sebagai bekal untuk menghadapi era industry 4.0 dan masyarakat 5.0.
Oleh karena itu, menurut KH Abdullah Harahap, santri wajib tinggal di asrama dan pondok. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar yang berbasis pada pengetahuan umum sesuai kurikulum dilangsungkan pada pagi hari dapat terlaksana dengan baik. Demikian juga, jadwal tersebut tidak akan berkelindan dengan kegiatan belajar mengajar pada pengetahuan diniyah; salafiyah, mujataroh, latihan imam, albarzanzji, dan program diniyah lainnya dilangsungkan pada sore dan malam hari. KH Abdullah Harahap ingin agar pesantren dapat mempersiapkan generasi berakal, calon ulama yang berilmu secara optimal.


Pondok Suluk
