Di lain pihak, terdapat satu hal yang menarik dari pesantren Nurul Falah ini, yaitu adanya kegiatan persulukan. Di Pondok Pesantren Nurul Falah setiap tahunnya melaksanakan ibadah suluk tiga kali dalam setahun, waktunya bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan Lebaran Haji dan pada bulan Dzulhijjah. Biasanya, suluk dilaksanakan selama tiga hari, dari Kamis hingga Minggu.
Yang istimewa dari kehidupan suluk yang diterapkan di pesantren ini adalah bahwa suluk bukan hanya urusan dengan kehidupan rohani, melainkan juga untuk urusan duniawi. Para salik yang hadir di Panompuan diharapkan potensial dan produktif , sehingga mereka dapat menolong dirinya masing-masing.

Suluk atau parsulukan semacam ini dapat dijadikan sebagai model pesantren parsulukan atau tempat suluk yang sinergis dengan akar budaya salik yang rata-rata agraris dan tetap khusuk menempuh jalan salik dalam kehidupan suluk. Inilah yang barangkali disebut sebagai mempersiapkan generasi berakal dan membimbing generasi beramal.
Di tangan KH Abdullah Harahap akal dan amal berjalan beriringan. KH Abdullah Harahap adalah alumnus Pondok Pesantren Nabundong, Pondok Pesantren NU perintis di Tapanuli Selatan, yang akan kita ulas dalam jelajah pesantren di Sumatra Utara berikutnya.
