Peran Jiou
Sebagai pemimpin agama di desa, para jiou abad ke-20 M memainkan peran penting dalam perkembangan Islam pada masanya. Dalam hal pendidikan Islam, mereka mengembangkan sistem pendidikan Islam tradisional di sabuah. Melalui sabuah, jiou mengajarkan agama kepada masyarakat setempat.

Namun karena berbagai pengaruh perubahan sosial-budaya masyarakat, sabuah sebagai madrasah pendidikan Islam tradisional setempat tidak berkembang. Sehingga, saat ini, kita sudah tidak lagi menemukan ada jiou abad 21 M yang mengajar di sabuah. Meski begitu tidak menghapus jejak sejarah bahwa, pada masanya, sabuah jiou abad 20 M mewarnai tradisi pendidikan Islam tradisional di Bolaang Mongondow.
Jiou juga memainkan peran penting dalam eksisnya berbagai tradisi Islam Bolaang Mongondow. Masih adanya tradisi seperti Monginbalu Konbulan (mandi bulan puasa), Mintahang (tahlilan versi Bolaang Mongondow), dan tradisi Islam lain yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat, itu tidak lepas dari peran jiou abad 20 M. Peran mereka sebagai pemimpin agama yang menjalankan dan menjaga wajah Islam lokal pada masanya, membuat tradisi-tradisi itu terus terwariskan hingga saat ini.
Keberadaan jiou abad ke-20 M ini menjadi bagian dalam sejarah Islam Nusantara. Jaringan dan peran keulamaan mereka mewarnai sejarah perkembangan Islam khususnya di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
