Faiq dan Widiya adalah dua nara sumber acara Communication Talk Series yang diselenggarakan Program Studi Ilmi Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (20/07/2023). Communication Talk yang merupakan seri ke-37 ini mengangkat tema “Jurnalisme Profetik, Jurnalisme Berkemajuan”. Diikuti lebih 300 mahasiswa, acara ini juga ditayangkan secara live di channel You Tube.
Lebih lanjut, kedua nara sumber membeberkan beberapa contoh praktik jurnalisme profetik. Widiya memberikan contoh pernyataan Presiden Jokowi tentang penggunaan anggaran yang kurang tepat di media massa dan media sosial sebagai peristiwa yang memberikan perhatian kepada kaum lemah. Demikian juga Faiq mengangkat contoh skandal Mario-Rafael sebagai bola salju yang mengungkap berbagai penyelewengan seorang pejabat.

Widiya menyarankan agar fungsi jurnalisme profetik terwujud, diperlukan syarat adanya kebebasan pers, independensi, menampilkan kebenaran, mewujudkan keadilan, dan demi kesejahteraan, dan perdamaian bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin).
Komunikasi UMM mengangkat topik ini mengingat sejumlah alasan. Ketua Prodi, Nasrullah, menerangkan ada urgensi untuk mengangkat kembali harkat jurnalistik yang mulai ditinggalkan publik. Banjir informasi hoaks dan merebaknya platform media sosial membuat karya-karya jurnalistik tidak dipercaya.
