Jurnalisme Profetik untuk Kebenaran dan Kemanusiaan

“Pengabaian terhadap etika jurnalistik, etika pers, dan etika bermedia sosial adalah beberapa contoh kemunduran itu. Alih-alih kualitas jurnalistik yang membaik, realitas keliarannya justru semakin tak terkendali. Fenomena clickbait dan maraknya hoaks justru semakin meresahkan,” ungkap Nasrullah.

Di kurikulum lama, jurnalistik profetik sudah ada dalam muatan beberapa mata kuliah. “Mulai kurikulum 2023 ini, nama mata kuliah Jurnalisme Profetik menjadi mata kuliah pilihan,” tembah Kaprodi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Wakil Dekan I FISIP UMM, Najamuddin Khairur Rijal menyatakan dukungan atas kurikulum baru dalam Komunikasi UMM untuk mahasiswa baru tahun 2023. Ia berharap dengan Talkshow ini Komunikasi UMM dapat turut andil untuk menjawab tantangan Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia pada umumnya, yang mulai dilanda kemerosotan kualitas jurnalistik bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi.

Antusiasme peserta nampak ketika sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan kepada kedua narasumber. Mereka yang bertanya memperoleh doorprice dari Harian Kompas yang ikut mendukung acara ini.

Tinggalkan Balasan