limbah fashion

Kanaah di Era Fast Fashion

Sejak abad ke-7 Masehi, ketika fajar Islam menyingsing di Jazirah Arab, identitas seorang Muslim erat dengan nilai kanaah (qanaah) atau kesederhanaan. Di era kekinian, era fast fashion, sikap kanaah dapat menyelamatkan kita dari kerusakan Bumi.

Konsep “sederhana” yang dimaksud di sini tentu bukan berarti seseorang tidak boleh atau dilarang menggunakan pakaian terbaiknya. Islam adalah agama yang mencintai keindahan, dan mengenakan pakaian bersih serta rapi merupakan bagian dari rasa syukur atas nikmat Pencipta.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Namun, apa yang terjadi di era Society 5.0 saat ini menunjukkan pergeseran nilai yang radikal. Orientasi berpakaian tampak bergeser jauh menjadi hedonic consumption (konsumsi hedonis), yang salah satunya tercermin nyata dalam fenomena fast fashion.

Merebaknya tren fast fashion pada awalnya memang memberikan kepuasan secara psikologis bagi konsumen berorientasi hedonis. Ada rasa bahagia sesaat ketika berhasil mengikuti arus mode global dengan harga yang relatif terjangkau.

Namun, dalam jangka panjang, ketika masyarakat terus-menerus terdorong untuk membeli pakaian secara impulsif demi mengejar tren, terutama akibat sindrom FOMO (fear of missing out), ada entitas penting yang terlupakan: lingkungan.

Ironisnya, Indonesia berada tepat di episentrum krisis ini. Bergulirnya tren fast fashion di Indonesia membuat masyarakat membeli lebih banyak baju; kemudian pakaian menumpuk di lemari, dan berakhir di tong sampah.

Hal tersebut menciptakan lingkaran setan beli–angkut–buang. Alhasil, Indonesia menjadi negara penghasil sampah pakaian terbesar kedua di dunia.

Laporan Indonesia Fashion Parade (IFP) tahun 2024 menyebutkan bahwa sampah pakaian yang dihasilkan di Indonesia mencapai sekitar 37 ton per bulan. Dari jutaan ton pakaian yang terus diproduksi massal setiap tahun, sekitar 2,3 juta ton sampah tekstil yang dihasilkan, hanya 0,3 juta ton yang dapat didaur ulang; sisanya menjadi limbah abadi yang meracuni tanah.

Tinggalkan Balasan