Kupang, 17 Agustus 2025.
SEMUA JALAN TELAH RATA

Saat awal perjumpaan kita
aku mencurigaimu berkemah pada Al-Ghazali, Hasan Hanafi,Ibnu Khaldun
Sambil sesekali kau menyontekku sedang bersama Hegel, Marx, hingga Derrida
Saat kita berpisah dulu
pada wajahku telah kau pahatkan dengan begitu samar hitam putihnya Milan Kundera serta sedikit wajah pink Hegel
Aku menangkap kebebasan beranak pinak dari sebatang rokok yang setia kau plintir sebelum berasap
Mungkin, diam-diam kau semburkan pada jalan perpisahan kita
Kita berpisah dalam jarak yang jauh
Membuat platform hidup masing-masing
Sudah lama kabar tidak terjangkau
hingga akhirnya
aku mencoba mencocokan biji-biji realitas seorang diri
Membaca kenyataan
Mengurai ketimpangan
Mengkritisi kemapanan
Saat kita jumpa lagi
Semua jalan telah rata
Hanya ada sulur-sulur cahaya
Kupang, 18 Agustus 2025.
SUDAH KAU TULISKAN ITU DALAM SAJAKKU
