Dengan penggunaan armada bus dari pihak pondok, ia berharap semua wali santri tidak mencemaskan keadaan putra-putrinya selama proses pemulangan. Sebab, apa yang dilakukan pengurus pondok sudah mempertimbangkan keamanan dan keselamatan para santri.
“Tidak perlu khawatir tentang putra-putrinya, semua dalam pengawasan dan perlindungan maksimal dari Pondok Ploso,” katanya, meneruskan pesan yang disampaikan Gus Kautsar, putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli.

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, Lampung, ini juga menjelaskan, pemulangan dengan bus dilakukan secara bertahap, yakni santri yang berasal dari Pulau Jawa dipulangkan lebih dulu mulai 28 Maret 2020, kemudian santri dari Lampung dan Sumatera.
