Kematian, Hadiah Terindah Seorang Mukmin

Dalam agama Islam, aktivitas mengingat kematian adalah hal yang terpuji. Ini dikarenakan muara kehidupan yang sebenarnya adalah sesuatu yang hanya nampak setelah manusia menjumpai kematian. Bukannya menakutkan, justru sebagian ulama mutaqoddimin (terdahulu) melanggengkan kesadaran untuk selalu mengingat kematian, siang malam. Tapi pertanyaannya adalah mengapa harus mengingat kematian? Bukankah kematian itu pasti, mengapa perlu diingat-ingat?

Mengingat kematian membuka ketersadaran kontemplatif yang dapat membuat pelakunya lebih mawas diri dalam mengarungi bahtera kehidupan yang dipenuhi tipu-daya dan kepalsuan. Seseorang yang jarang ingat akan kematian akan mudah lupa. Sementara lalai dalam kehidupan dunia adalah awal menuju kehancuran. Lalai di sini maksudnya adalah lalai pada kesejatian hidup. Lalai yang demikian ini berarti lalai pula pada Allah. Dan tentunya dia akan lalai pada tujuan hidup.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rasulullah berkata bahwa hadiah terbesar bagi seorang mukmin adalah kematian. Sebab, dengan kematian para mukmin baru bisa terbebas dari penjara dunia, terlepas dari perang melawan dirinya, nafsunya, dan merdeka sepenuhnya dari karut-marut duniawi yang menjerat itu. Kematian menjadi hadiah terindah bagi seorang mukmin, yakni ia yang sepanjang hidup selalu menghadirkan Allah dalam hari-harinya, dalam setiap apa yang ia kerjakan, bahkan setiap embusan napas tak akan keluar tanpa disertai menyebut asma Allah.

Tinggalkan Balasan