Kenapa Masjid Banyak Ditinggalkan

Tak hanya itu, faktor ekonomi juga sangat berperan penting. Banyak masjid-masjid yang direnovasi menjadi masjid yang sangat mewah dengan meminta sumbangan dan menggunakan kotak amal sebagai “jalan ninja” untuk meraup uang. Di sisi lain, banyak juga oknum yang memanfaatkan hal tersebut menjadi ladang keuntungan bagi mereka yang mengambil uang dari kotak amal dengan label halal.

Tidak bisa dimungkiri bahwa faktor politik juga sangat berpengaruh bagi kemakmurannya sebuah masjid. Konflik dan ketegangan politik antarustaz atau imam masjid menyebabkan ketidakstabilan sosial yang membuat umat Muslim enggan menghadiri dan memakmurkan masjid, terutama ketika masjid tersebut menjadi perpecahan umat Islam hanya karena untuk mendapatkan kekuasaan dan amplop dari masjid tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Namun, di tengah hiruk piruk tantangan ini, ada juga harapan untuk bisa mengembalikan fungsi masjid menjadi lebih diminati masyarakat kembali. Dengan adanya sebuah gerakan dan langkah-langkah kreatif untuk mengatasi penurunan ini. Adanya inisiatif seperti program pembinaan spriritual, kegiatan sosial, bahkan memberikan makanan bagi mereka yang sering memakmurkan masjid.

Kemudian, masjid juga bisa mem-branding diri dengan adanya fasilitas-fasilitas yang lengkap dan serba teknologi akan jauh lebih diminati oleh kaum muslimin untuk datang ke masjid. Ditambah dengan imam yang suaranya merdu dan berpenampilan elok, akan lebih menarik bagi jemaah masjid. Setiap harinya di dalam masjid terdengar suara-suara murotal 30 juz yang dilantunkan oleh anak-anak yang memiliki suara merdu, hafal, dan fasih dalam membaca Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan