Kenapa Pondok Temboro Jadi Kluster Baru Corona?

Bayangkan saja, kompleks pondok ini menempati lahan seluas lebih dari 50 hektare. Dengan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu orang, kompleks pondok telah berubah menjadi kampung tersendiri. Dan faktanya memang demikian. Di sana telah dikenal sebagai Kampung Madinah, di mana santri dan warga setempat berbaur, membangun subkultur tersendiri sebagai “kampung islami”.

Dengan keberadaan pesantren ini, meskipun berstatus desa, Temboro menjadi “desa mondial” lantaran penghuninya berasal dari berbagai negara. Di tambah lagi, santri-santri di sini memiliki mobilitas dan pergerakan yang tinggi lantaran Pondok Al Fatah Temboro ternyata menjadi Markas Regional Wilayah Jawa Timur untuk Jamaah Tabligh. Sedangkan, Markas Pusat Jamaah Tabligh Indonesia berada di Masjid Kebun Jeruk, Jakarta Pusat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai bagian dari Jamaah Tabligh yang berpusat di India ini, santri-santri Pondok Temboro yang menjadi anggota Jamaah Tabligh tentu memiliki mobilitas dan pergerakan yang tinggi. Sesuai ajarannya, mereka akan selalu bergerak berpindah-pindah ke berbagai daerah untuk melaksanakan tabligh atau dakwah.

Nah, di tengah pandemi Corona ini, mobilitas Jamaah Tabligh ini tentu dikhawatirkan akan memperluas, atau menjadi kluster baru, penyebaran virus Corona. Karena itulah, pemerintah langsung melakukan isolasi pondok, bahkan juga Desa Temboro

Tinggalkan Balasan