Kubutuhkan senja sore hari
Untuk menerangi jalanan berlubang yang senyap puisi
Ranting kering di tiap sisi
Menumbuhkan pucuk-pucuk deduri
Jika dalam waktu yang bersamaan
Kakimu tersangkut bebatu
Begitu juga hatimu tersandung kangen yang sungguh
Gapailah hatiku segera
Kulindungi kau dari ancaman segala bahaya

Sebelum petang tiba
Kita mesti sampai di puncak bersama
Mengistirahatkan lelah dari sepi yang berliku
Sambil lalu
Mengabadikan cahaya bulan yang jatuh
Yogyakarta, 2021.
PERIHAL DINI HARI
Kini aku mengerti
Mengapa ayah seringkali terbangun dini hari
Bersandar di kursi (yang sebenarnya tak pernah kami duduki)
Memutar instrumentalia rumit
Dan tersenyum memandang cahaya langit
