Sebegitu cintakah ia pada malam
Sampai harus merayakannya sendirian
(Tapi
Kosong)

Setiap kali kuintip dari daun pintu
Ternyata ayah menggali lubang tak hanya satu
(Di halaman)
Biar bangkai hujan tak ketahuan
Agar dadaku merdeka dari kesedihan
; ternyata ayah adalah malam itu sendiri
Memelukku dengan tangan-tangannya yang sembunyi
Yogyakarta, 2021.
