Kepergian KH Abdul Muid Ahmad: Sang Penjaga Sanad Al-Muayyad

Wafatnya Kiai Muid pada malam itu meninggalkan guncangan emosional yang mendalam. Bagi keluarga besar Al-Muayyad—istri, putra-putri, cucu, dan menantu—kehilangan beliau berarti kehilangan peneduh utama, sumber nasihat, dan tiang penyangga yang kokoh. Ruangan yang biasa beliau tempati, majelis taklim, dan bahkan tempat salat kini terasa hampa.

Sementara bagi ribuan santri yang menimba ilmu di sana, rasa kehilangan ini sangat pahit. Santri kehilangan sosok panutan yang menjadi cerminan kesalehan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kehilangan bukan hanya karena terputusnya bimbingan ilmu secara langsung, tetapi juga kehilangan sosok yang menjadi jaminan spiritual (tawassul) dan sumber keberkahan. Mereka kehilangan sosok yang selalu mendoakan mereka dalam setiap sujudnya.

Kepergian beliau adalah pengingat bahwa waktu ulama di dunia terbatas. Jangan sia-siakan hidup mereka dengan tidak meneladani akhlaknya dan mengambil keberkahan darinya.

Meskipun beliau telah meninggalkan kita semua, dalam setiap helaan napas dan lantunan Al-Qur’an yang terdengar dari komplek Al-Muayyad, semangat dan warisan KH Abdul Muid Ahmad akan terus hidup. Tiap bacaan Qur’an para santri Al-Muayyad adalah bacaannya. Tiap istighfar mereka adalah ampunan baginya. Tiap kebaikan mereka adalah kebaikan baginya.

Teruntuk Sang Penjaga Sanad Al-Muayyad, lahul fatihah…

Tinggalkan Balasan