Baru-baru ini, opini publik yang dibentuk melalui program tayangan Xpose Uncensored di Trans7 memicu kontroversi dan menciptakan kegaduhan di banyak tempat. Ini menunjukkan adanya framing sesat dan telah mendustakan esensi sejati dunia pesantren.
Sebut saja, bagaimana sebuah tayangan dengan menampilkan informasi secara tidak proporsional, dibumbuhi dengan narasi bernada negatif. Tayangan itu adalah bentuk framing sesat yang dapat menggiring opini negatif terhadap sosok kiai serta lembaga pendidikan pondok pesantren secara keseluruhan.

Bisa dilihat, saat sajian pada segmen salah satu episodenya, yakni dengan isi kalimat “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” Hal itu jelas memojokkan kehidupan para santri sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat dan cenderung merendahkan budaya pondok pesantren serta kiainya.
Maka, pada kasus ini penulis melihat terjadinya kegagalan media dalam menyuguhkan informasi esensi sejati tentang dunia pesantren. Akibatnya, tradisi dilingkungan pesantren seolah dianggap tidak lazim, ditambah dengan penggiringan opini tentang praktik feodalisme di lingkungan pesantren.
