Kesalahan Guru dan Murid

Setelah menjelaskan panjang lebar tentang klasifikasi akhlak, lalu salah satu muridnya bernama Najahatin, bertanya; “Ustazah, bagaimana contoh berakhlak kepada alam?” Lalu ustazah Ika menjawab, “Banyak sekali contohnya. Misalnya kalian tidak menebang pohon sembarangan, tidak mengurung binatang piaraan tanpa memberinya makan, dan menanami tanah dengan pepohonan atau sayuran. Pepohonan yang rindang akan menjadikan suasana sejuk. Selain itu, pepohonan akan menjaga lingkungan kita dari bencana longsor dan banjir. Sedangkan sayuran bisa kita jadikan sebagai pelengkap lauk paaa…”, “Paud ustazah!” lanjut salah satu muridnya yang bertanya tadi.

“Gerrr…” seisi kelas tertawa, termasuk dirinya yang sedari tadi berusaha bersikap jaim (jaga imej). Sambil menahan tawa, lalu ustazah Ika memperbaiki kesalahan muridnya itu; bahwa yang benar adalah lauk pauk, bukan lauk paud (pendidikan anak usia dini).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bacaan Iqlab

Cerita berbeda tapi hampir sama, juga disampaikan oleh ustazah Rosyidah, guru Al-Quran/tajwid tingkat Ula. Saat itu, ustazah Rose, begitu ia disapa, menerangkan tentang contoh bacaan iqlab. “Mim ba’di/من بعد  adalah contoh dari bacaan iq…?”  ucap ustazah Rose, berusaha memancing perhatian murid-muridnya agar mau menjawab atau melanjutkan kalimatnya. “Iqbal”, “iqmal”, “iqlima”, “iqoh”, “iqro”’, lanjut murid-muridnya dengan jawaban yang seolah-olah main-main, atau memang tidak tahu. Meski ada sebagian yang menjawab benar, iqlab.

Contoh kesalahan para ustaz/ustazah dalam melaksanakan metode pembelajaran, yang juga berimbas pada kesalahan para muridnya di atas, sebenarnya pernah ditegur oleh pihak PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) dan juga pengawas PD Pontren  (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) dibawah naungan Kementrian Agama (kemenag) Sumenep. Hal itu mereka lakukan saat turba (turun ke bawah) untuk mengawasi dan memberi pembinaan kepada asᾱtiz-asᾱtizah.

Mereka mengimbau para guru madrasah diniyah tersebut agar ketika mengajar tidak memotong suatu  kalimat, lalu menyuruh muridnya melanjutkan potongan kalimatnya. Karena hal itu menjadikan guru seringkali mendapatkan jawaban yang berbeda-beda seperti kasus di atas. Meski entah sengaja diplesetkan oleh murid, atau memang murid tidak tahu. Yang jelas, itu merupakan kesalahan si guru yang harus dibenahi, agar murid juga tidak salah melanjutkan kalimatnya.

Tinggalkan Balasan