KENANGAN YANG KEKAL
Tak ada lagi dapur yang berdebu
Ketika ibu meniup bara
Dengan sepotong bilah bambu
Untuk menciptakan menu

Sebagai pelengkap bahagia
Meski banyak gusar di dada
Suka cita
Tak boleh lesap
Seperti asap yang lenyap
Di tungku
Kami kehilangan tawa
Setiap api yang menyala
Ada kebahagiaan yang terbakar
Ingatan meniup bara kesedihan
Bersama lenyapnya kayu
Lenyap pula harapan itu
Kepergian tak bisa dijemput
Yaitu kehilangan yang tak kembali
Sebuah luka yang mengaliri
Sepanjang ingatan menggali rindu
Kenangan akan terkenang
Pada ibu yang telah pulang
Riau, 2021.
LAKON DALAM SEMESTA
Kita adalah tokoh dalam cerita
Semesta yang menulisnya
Sedangkan takdir adalah naskahnya
Tuhan sutradara paling sempurna
Terkadang kita ingin menjadi itu
Namun peran menjadikan kita begitu
Sebab, setiap peristiwa
Seperti perasaan cinta

Mantap neng Riska