Kanun tak bisa lagi digenggam tangan
Semua memihak pada uang
Fasilitas keadilan tergantung pada banyaknya arta
Tak memihak fakta yang ada
Para pemudanya liar
Bagai singa yang haus akan kebebasan
Dari belenggu buatan tangan manusia
Dari jeratan nafsu orang tua

Riau, 29 Oktober 2021.
SAAT SENJA MENYAPA
Kala usia tak lagi belia
Sudah siapkah kita menghadap kepada-Nya?
Sudah kau siapkan juadah
Sudah siapkah bererak dengan sanak saudara?
Berapa lama kau gunakan waktu untuk kesia-siaan?
Sungguh tak berarti dewasa dengan umur yang mulai senja
Namun, jiwa masih saja kerdil
Sampai kapan kejimu berlangsung?
Sebab, sebentar lagi malaikat akan menjemput
Bersiaplah atma
Bersiap

Menarilah fajarku, di lekuk cahaya mentari
Menyemai butiran hatimu padaku,
Di setiap sila yang kaurekahkan bersama puja
Sekabut ruah luruhmu,
Menajam alismu di jagat bianglala
Ketika Fajar Meminang adalah puisi untuk melantik optimisme biar duka–lara tak terlalu bertahta di sukma, salam kenal dari Moh. Ghufron Cholid, Junglorong