Kemudian, dia juga menceritakan bagaimana realitas yang ada di Inggris. Meskipun di Inggris masyarakatnya digambarkan hidup tertib, tapi kenyataan pemudanya di sana mengkhawatirkan. “Saya sering membaca koran di London, kriminalitas di sana itu sering dibertiakan pemuda menusuk menggunakan pisau, kadang juga terjadi penyiraman ke wajah orang menggunakan cairan keras asam,” ucap doktor yang memang sering keliling dunia ini.
Prosper menabahkan, di Jerman tak kalah parah pemudanya. “Di Jerman banyak pemuda yang bunuh diri, menabrakkan diri di kereta, sampai kampus yang gedungnya tinggi dikasih jaring biar tidak pada menjatuhkan diri dari atas gedung. Mereka pada depresi, tidak menikmati kebahagiaan,” terang Akademisi yang sering diundang menjadi dosen tamu di kampus-kampus di Indonesia ini.


